Ketika Rakyat Tolak Sepeda Presiden Jokowi (Mau 160 Tahun Lagi?)


Diupload : 21 Mar 2019
Channel  : PESIARnet
Duration : 13.36
77.109   2265   48


"Siapa yang mau dapat sertifikat 160 tahun lagi? Silakan maju saya beri sepeda. Silakan maju saya beri sepeda, tapi nunggu tahun 160 tahun sertifikatnya? Mau nggak?" kata Presiden Jokowi yang dibalas kata 'tidak' dari para warga.

Kamis, 21 Maret 2019, di Lapangan Parkir Bogor Nirwana Residence, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo membagikan 5.000 sertifikat tanah. 4.000 warga Kota Bogor dan 1.000 warga Kabupaten Bogor.

Ia mengatakan masih ada 80 juta warga belum memegang sertifikat tanah, untuk itulah melalui Kementerian ATR/BPN, Jokowi mempercepat pembuatan sertifikat tanah untuk warga.

"Bapak Ibu, seluruh tanah air di Indonesia ini harusnya keluar 116 juta sertifikat. 116 juta yang harus dipegang masyarakat, tapi di 2015 kita baru keluar 46 juta, berarti masih kurang 80 juta yang belum pegang sertifikat coba. Apa kejadiannya? Ya tadi sengketa lahan, konflik lahan, sengketa tanah konflik tanah," kata Presiden Jokowi.

"80 juta masyarakat belum pegang ini (sertifikat), kenapa belum pegang ini? Karena dulu dulu ngurusnya ruwet benar?" tanya Jokowi, rakyatpun membenarkan apa yang diungkapkan Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, sebelumnya Kementerian ATR/BPN hanya menerbitkan 500-600 ribu sertifikat tanah dalam kurun waktu satu tahun. Jika penerbitan sertifikat tidak dinaikkan targetnya maka masyarakat akan menunggu lama hanya untuk mendapat sertifikat tanah.

"Setahun, di seluruh Indonesia hanya diproduksi 500 ribu sertifikat setahun, kalau masih kurang 80 juta berarti menunggunya masih 160 tahun, Bapak mau? 80 juta yang kurang, setahun hanya 600 ribu berarti 160 tahun lagi baru selesai yang namanya sertifikat," jelas Jokowi.

Di hadapan warga ia bertanya apakah ada masyarakat yang mau menunggu lama mendapatkan sertifikat tanah. Namun warga kompak tak ingin pengurusan sertifikat berlangsung lama.

"Inilah sekarang kenapa kita percepat sertifikat supaya tak ada sengketa. Sedih saya kalau sudah nangis-nangis masalah sertifikat, tapi enggak bisa apa-apa saya. Karena sudah kalau menyangkut hukum sudah, yang menyelesaikan pengadilan," ujar Jokowi.
================

Presiden Joko Widodo pada Senin, 18 Maret 2019, menerima pimpinan dan sejumlah pengurus Forum Betawi Rempug (FBR). Kehadiran mereka diterima langsung oleh Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Kedatangan pengurus FBR yang dipimpin oleh K.H. Lutfi Hakim, M.A. selaku Imam Besar FBR disertai dengan sejumlah ulama.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kepeduliannya terhadap masyarakat Betawi karena sejak beliau menjadi gubernur sampai sekarang ini sebagai presiden masih punya kepedulian terhadap budaya masyarakat Betawi,” ujarnya.
===============

Presiden Joko Widodo pada Senin, 18 Maret 2019, menerima dengan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Rombongan FKUB yang diketuai oleh Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet selaku Ketua Umum FKUB hadir bersama dengan sejumlah perwakilan lain dari majelis-majelis agama dan pengurus provinsi dengan jumlah mencapai 75 orang.

“Kami melaporkan hasil-hasil Konferensi Nasional V FKUB yang kami selenggarakan pada 1-3 Maret 2019 di Makassar,” ujar Ida mengenai maksud pertemuan.
=================

Selasa sore, 19 Maret 2019, Presiden Jokowi memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi dan Diskusi Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Istana Negara, Jakarta.

Comments